Sunday, Aug 20, 2017
HomeFamilyDilema Menitipkan Orangtua ke Panti Jompo

Dilema Menitipkan Orangtua ke Panti Jompo

Panti Jompo

Jika bisa memilih, tentu tak ada orangtua yang ingin menjadi beban bagi anak-anaknya. Namun, siapa yang bisa melawan usia, penyakit, dan ketidakberdayaan di hari tua?

Menitipkan orangtua di rumah jompo sudah bukan hal yang langka bagi masyarakat perkotaan, khususnya bagi mereka yang memiliki segudang aktivitas. Karena itulah, Panti Jompo kemudian menjadi salah satu pilihan bagi mayoritas masyarakat yang hidup di kota besar.

Tak hanya menjanjikan segudang fasilitas, Panti Jompo juga menjanjikan pelayanan yang intens bagi para penghuninya. Dimulai dari kelas pemerintah, sampai yang super mewah dengan bangunan serta lingkungan yang asri beserta segudang fasilitas yang mendukung aktivitas para orangtua di usia mereka yang telah lanjut.

Banyak anggapan negatif di masyarakat menyikapi para anak yang memilih untuk menitipkan orangtuanya di Panti Jompo, dari yang akan dicap sebagai anak yang tak tahu balas budi, hingga tuduhan telah membuang orangtua mereka.

Namun, benarkah hal-hal tersebut yang melatarbelakangi keputusan seorang anak untuk menitipkan orangtuanya di Panti Jompo?

Berdasarkan keterangan  Sosiolog dari Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Badarudin, ternyata salah satu alasan yang melatarbelakangi keputusan seorang anak untuk menitipkan orangtuanya di Panti Jompo ialah agar orangtuanya dapat mengisi hari-harinya dengan kegiatan positif, seperti bercocok tanam, berinteraksi sosial bersama teman-teman seusia di sana, ikut pengajian, berolahraga, dan lain sebagainya, ketimbang sang orangtua hanya berdiam diri di rumah sementara anggota keluarga yang lain sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.

Namun, bagi kamu yang memang sudah tidak punya pilihan lain selain menitipkan orangtua di Panti Jompo, jangan pernah lupa untuk menjenguk orangtua bersama keluarga di setiap pekan, sering-seringlah menelpon, libatkan pula orangtua dalam hari-hari besar, seperti hari ulang tahun, atau hari perayaan, hal ini akan sangat berarti untuknya.

Menyikapi tentang perasaan orangtua ketika dirinya dititipkan di Panti Jompo, semuanya tergantung pada individu masing-masing, karena tentunya kita tidak dapat memukul rata semua orangtua, seperti halnya mendidik anak, tiap-tiap individu memiliki karakter dan caranya masing-masing. Begitu pula halnya dengan orangtua, ada yang lebih senang menghabiskan waktu dengan berkegiatan, dan bersosialisasi, ada pula yang lebih senang menghabiskan masa tuanya bersama keluarga.

Meski begitu, berdasarkan keterangan dari Dr. Samlee Plianbangchang, Direktur Regional WHO kawasan Asia Tenggara, keluarga tetap merupakan tempat terbaik bagi para orangtua untuk menghabiskan masa tuanya. Karena itulah panti Jompo harus dijadikan opsi terakhir bagi keluarga.

Siapa yang tidak ingin menghabiskan waktu bersama cucu, mendengar celoteh mereka, serta menyaksikan bagaimana para cucu belajar berjalan, dan berbicara, dikelilingi orang-orang terkasih dan diliputi oleh perasaan yang hangat di hari tuanya kelak?

FOLLOW US ON:
Ini Tanda-tanda Si D
Cara Ini Mampu Menga

ayuningtyas58@gmail.com

Photography, writing, travel, and film enthusiast.

Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT

})(jQuery)