Monday, Apr 24, 2017
HomeFashionMelihat Lebih Dekat Fashion Vintage Lewat Film The Dressmaker

Melihat Lebih Dekat Fashion Vintage Lewat Film The Dressmaker

The Dressmaker

Film The Dressmaker disutradarai oleh Jocelyn Moorhouse, film ini diadaptasi dari novel karya Rosalie Ham, seorang penulis berkebangsaan Australia. Menceritakan kisah seorang penjahit bernama Myrtle ‘Tilly’ Dunnage (Kate Winslet), perempuan cantik berbakat yang kembali ke kampung halamannya di Dungatar, salah satu desa kecil di Australia, setelah sebelumnya ia diusir secara paksa karena dicurigai telah membunuh teman sekolahnya.

Tilly yang telah memiliki banyak pengalaman bekerja bertahun-tahun sebagai tukang jahit di sebuah rumah mode eksklusif di Paris, kembali dengan penampilannya yang glamour dan fashionable. Ia membawa beragam kain dengan kualitas terbaik. Tilly kembali ke desanya untuk mengklarifikasi tuduhan yang telah ditimpakan kepadanya beberapa tahun yang lalu, dan menemui ibunya Molly (Judy Davis) yang berubah menjadi gila bahkan telah melupakan siapa dirinya.

Sersan Farrat (Hugo Weaving) yang memiliki impian terpendam untuk menjadi desainer, begitu antusias melihat kedatangan Tilly yang membawa beragam kain dan fashion item ternama. Sersan Farrat kemudian menjadi seseorang yang banyak membantu Tilly dalam pekerjaannya,  juga dalam menghadapi rintangan hidupnya.

The Dressmaker

Dengan usahanya Tilly ingin mengembalikan ingatan ibunya yang telah membawa bakat menjahit di dalam dirinya. Film ini bercerita tentang pembalasan dendam seorang Tilly dengan menggunakan kain dan mesin jahit sebagai amunisinya. Dalam waktu yang singkat, semua perempuan di desanya berubah menjadi fashionable dan stunning, namun sayangnya hal tersebut tidak merubah tabiat buruk mereka terhadap Tilly. Dipersenjatai mesin jahit, kain-kain impor berkualitas, serta keinginan tak terbendung para perempuan di desanya untuk tampil stunning, Tilly melakukan pembalasan dendam dengan cara yang halus pada orang-orang yang pernah membuatnya kecewa.

Nah Dears, jika kamu sedang mencari refrensi fashion 1950-an, film The Dressmaker adalah film yang wajib kamu tonton. Dress yang disuguhkan di dalam film ini, tak hanya berfungsi sebagai wardrobe, namun juga simbol penting di dalam film ini. Seperti ketika Tilly menyaksikan pertandingan football, kulitnya yang berwarna terang, dibalut oleh dress berwarna merah menyala yang menutupi setiap bagian tubuhnya dengan proporsi yang pas, seolah mengatakan sebuah pesan kepada para warga bahwa dia telah kembali. Dengan dress tersebut, Tilly seolah menyampaikan pesan pada semua warga di desanya.

“Hey! Look at me! I’m back”

Semenjak kepulangan Tilly ke kampung halamannya, para perempuan dari berbagai usia di desanya berubah drastis menjadi fashionable dan glamour, Yuk kita intip penampilan mereka!

The Dressmaker

Tilly dan para perempuan Dungatar

 

The Dressmaker

Tilly yang sedang menjahit gaun untuk warga Dungatar

 

The Dressmaker

Para perempuan Dungatar.

 

The Dressmaker

Perempuan Dungatar mengenakan hasil rancangan Tilly

 

The Dressmaker

Tilly dan ibunya

 

The Dressmaker

Pembalasan dendam Tilly

John Legend Kehilang
Cari Tahu Yuk, 5 Hal

ayuningtyas58@gmail.com

Photography, writing, travel, and film enthusiast.

Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT

})(jQuery)