Saturday, Jul 23, 2016
HomeHealthBahaya Suka Komplen Untuk Kesehatan

Bahaya Suka Komplen Untuk Kesehatan

suka-komplen-1

Walaupun terkadang perlu untuk sesekali komplain, mengeluh secara terus – menerus sudah tentu bisa dengan mudah menjadi pola kebiasaan kita sehari – hari. Tanpa kamu sadari, tindakan suka komplen tidak hanya buruk untuk dirimu tapi juga menghancurkan mood dan hari indah orang lain juga. Semakin sering kamu komplain, maka kamu akan semakin tampak tak bahagia. Komplain berlebihan ini terjadi saat kamu lebih suka memberikan perhatian kepada tindakan atau output bersifat negatif yang berbentuk objek, subjek ataupun peristiwa tertentu. Beberapa riset juga sudah berhasil membuktikan kalau stimuli negatif akan mempengaruhi dan merusak otak daripada stimuli positif.

Bahaya Buruk Suka Komplen

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh fakultas Biologi dan Psikologi Universitas Friedrich Schiller di Jerman menyatakan kehadiran orang – orang berpikiran negatif atau orang yang terus – terusan komplen akan membuat orang yang mendengar komplen mempunyai aktivitas otak dan jantung yang sama dengan mereka yang sedang stress. Hasil penelitian ini sudah menjadi salah satu bukti kenapa kebiasaan suka komplen ini buruk untukmu, dear.

suka-komplen

Komplen Bukan Sekedar Luapan Hati Biasa

Kadang memang ada saat – saat dimana segala sesuatunya berjalan tidak sesuai dengan ekspektasi kamu. Rasa tidak puas dan kecewa yang kamu rasakan biasanya kamu ekspresikan dalam bentuk komplen. Ada saatnya juga saat kamu tidak ingin mengikuti cara main orang lain dan merasa semuanya harus berjalan sesuai jalurmu. Kamu juga pasti suka komplen saat ingin menutupi kesalahan dengan komplen betapa posisi kita sangat tidak beruntung dibandingkan mereka yang berhasil. FYI, orang yang suka komplen adalah mereka yang hanya ingin berkutat dengan masalah tanpa mau menyelesaikannya dengan baik dan melampiaskan amarahnya. Komplain dipandang sebagai cara terbaik untuk mendapatkan perhatian, simpati dan rasa maklum dari orang lain.

suka-komplen-2

Seringkali kita memakai komplen sebagai topik pembuka. Percakapan yang dimulai dengan komplen biasanya memberimu efek domino sehingga kamu menjadi mudah mengeluarkan komplen juga, dear. Padahal sebelumnya kamu bisa saja tidak berniat untuk komplen. Walaupun mungkin hal ini akan membuatmu sedikit lega, nyatanya banyak orang lain yang mempunyai masalah yang lebih berat daripada kamu. Kamu akan lebih mudah berpikiran negatif, sulit untuk berpikiran positif dan lebih sulit untuk menikmati hidup ini.
Hidup ini memang keras, dear. Tapi akan menjadi jauh lebih sulit kalau kamu memandang segala sesuatunya dengan pikiran negatif. Sebaliknya, kamu akan merasakan lebih banyak kemudahan dan kebahagiaan kalau terbiasa memandang segala sesuatunya dengan lebih positif.

FOLLOW US ON:
Cara Mencabut Alis M
Obrolan Nakal Pengan

rbi-team.product@jatis.com

Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT

})(jQuery)