Hanamasa Resto

Adik Ipar, Kawan atau Lawan? (part 1)

28 March 2012

Umumnya pasangan yang baru menikah ingin tinggal di rumah sendiri. Tapi terkadang karena faktor dana dan lainnya, kita harus menumpang di rumah mertua untuk sementara waktu.

Nah, hal ini kadang kala bisa menimbulkan konflik, baik dengan mertua, maupun dengan saudara ipar. Umumnya yang sering terjadi, konflik antara menantu perempuan dengan kakak atau adik ipar perempuan. Konflik ini kalau dibiarkan bisa saja akhirnya malah membuat retak hubungan suami istri.

Namun tidak selalu kehadiran kakak atau adik ipar hanya mengganggu keharmonisan rumah tangga. Sering pula kita jumpai saudara ipar yang sangat membantu kehidupan sehari-hari. Misalnya, membantu merawat si kecil atau membantu pekerjaan di rumah, terutama bila tidak ada pembantu.

Masalah yang sering terjadi dengan adik ipar biasanya dipicu faktor kedekatannya dengan sang kakak atau bila si kakak merupakan anak sulung yang membantu perekonomian keluarga. Adik ipar akan merasa cemburu karena perhatian si kakak berkurang padanya.

Apalagi bila menyangkut uang dan adik ipar dulu sering mendapat tambahan uang jajan dari si kakak. Maka kedua pihak, istri dan adik ipar, akan merasa paling berhak atas perhatian. Keadaan dapat bertambah kacau bila kedua pihak yang berseteru ini saling mengadu kepada keluarga besar.

Selain masalah uang, soal pengasuhan anak juga dapat menjadi pemicu konflik dengan adik ipar. Bila Anda bekerja dan anak lebih banyak diasuh oleh tantenya, maka anak akan lebih dekat dengan tantenya.

Pola disiplin yang awalnya ingin Anda terapkan bisa gagal total karena si tante terlalu memanjakan si buah hati. Apalagi, bila adik ipar enggan menegur/memarahi keponakannya karena merasa bukan anaknya sendirinya. Akibatnya si anak akan merasa dimanjakan dan dekat dengan tantenya. Lalu apa saja yang Anda bisa lakukan untuk mengurangi masalah dengan adik ipar?

Komunikasi
Komunikasi dapat menjadi obat mujarab bagi beragam masalah kehidupan sehari-hari. Begitu pula dengan masalah dengan adik atau kakak ipar. Di awal hidup bersama, bicarakan dengan suami tentang si adik ipar.

Misalnya, berapa lama akan tinggal bersama, berapa jumlah uang yang suami bisa berikan kepada adiknya dan hal lain yang mungkin saja menjadi pemicu konflik.


blog comments powered by Disqus

Family Index