Hanamasa Resto

Adil Kasih Sayang kepada Anak

12 September 2012

Bagi pasangan suami-isteri yang sudah mempunyai anak lebih dari satu, barangkali pernah mengalami buruknya sikap anak kita yang lebih tua dalam menerima kehadiran adik baru, terutama jika usianya tidak berselang jauh.

Adanya perasaan iri, cemburu dan perasaan tersaingi akan kasih sayang kedua orangtuanya, terutama perhatian dari ibunya, seringkali berakibat munculnya penolakan dari si kakak atas kehadiran adik baru.

Penolakan si kakak ini biasanya ditunjukkan dengan keengganan untuk membantu ibu menjaga adik, tidak mau disuruh ibunya untuk hal-hal yang berhubungan dengan adiknya, sikap perlawanan yang lebih ekstrim, misalnya suka memukul atau menyakiti adik kecilnya, suka marah-marah, membuang barang bahkan merusaknya.

Jika anda mempunyai anak pertama laki-laki, apalagi yang sudah terlanjur dimanjakan, biasanya proses penyesuaian diri dengan adik barunya akan lebih lambat dan sering berbuah penolakan bahkan permusuhan terhadap adik barunya atau orang tuanya.

Sebetulnya berbagai bentuk sikap penolakan tersebut hanya merupakan upaya untuk menarik perhatian yang ia khawatirkan "hilang" dari kedua orangtuanya.

Pada dasarnya seorang anak adalah manusia yang belum matang dalam proses berpikirnya. Kematangan proses berpikir seorang anak dapat dilatih dengan penanaman kebiasaan yang baik.

Kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara berulang-ulang dan terus-menerus dengan melibatkan emosi (perasaan) paling mendasar dari kebutuhan manusia, yaitu kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan akan penghargaan, serta kebutuhan akan penghormatan, akan merangsang perilaku yang baik pula.

Sikap kontra produktif ini harus diatasi dengan menunjukkan kepada anak bahwa kehadiran adik baginya tidak akan menggantikan kasih sayang kedua orangtuanya, tetapi kasih sayang itu akan dinikmati bersama-bersama antara dia dengan adiknya.

Perkenalkan adik barunya sedini mungkin, mulai dari saat anda mengandung, bicaralah kepada sang kakak, bahwa ia akan mendapatkan saudara. Jelaskan makna saudara kepada anak anda, jadi ia dapat memahami kehadiran tersebut tidak akan menggusur kasih sayang anda kepadanya, berikan jaminan dengan perbuatan.

Sehingga sebagai orangtua, anda memang harus berusaha lebih keras untuk menunjukan sikap adil dan tidak berpihak. Hal ini bukan berarti harus menyamakan perlakuan kepada kedua anak anda, sesuaikan dengan usia mereka.

Perlakuan yang sama justru akan menimbulkan rasa iri kepada anak yang lebih tua, selalu beri penjelasan kepada tiap tindakan yang anda lakukan terhadap adiknya, libatkan ia secara aktif!

Jangan pernah membandingkan antara si kakak dengan adiknya dalam hal apa pun. Apabila memang ada nasihat atau memang harus memarahi si kakak jangan lakukan di depan adiknya dan jangan ada kata-kata yang membandingkan antara keduanya, misalnya adiknya lebih penyabar sedangkan dia tidak, atau adiknya lebih penurut sedang dia tidak.

Anak juga ingin dihargai dan dihormati sebagai dirinya sendiri, maka berikanlah nasihat dengan tidak membandingkannya dengan orang lain, terutama dengan adiknya sendiri.

Apabila anak sudah menyadari bahwa kasih sayang kedua orangtuanya masih didapatkannya secara adil dengan adik barunya, maka secara otomatis perasaan sayang akan tumbuh di dalam dirinya bukan hanya terhadap adiknya, pun kepada kedua orangtuanya.


blog comments powered by Disqus

Parenting Index