no image

Bukan Lelaki Romantis

  • admin
  • August 6, 2012

Kick Andi, acara itu membawa laki-laki bernama lengkap Andy Flores Noya itu menjadi amat terkenal bak seorang selebritis. Dimanapun acara itu digelar, masyarakat dengan antusias selalu saja hadir. Ratusan pemirsa dari berbagai usia dengan setia menyaksikan gaya Andi yang khas, santai namun tetap berisi, membuat orang tertawa bahkan berdecak kagum.
   
Namun mungkin tak banyak orang yang tahu siapa dan bagaimana ia menjalani pahit getirnya kehidupan hingga akhirnya ia bisa menapaki karir yang semakin meroket, digandrungi banyak orang dan juga memberikan banyak insprirasi dengan acaranya yang bisa dibilang fenomenal. Di temui usai acara Kick Andi Off Air, beberapa waktu lalu, laki-laki dengan rambut kriwil-kriwil ini bercerita tentang liku-liku kehidupannya.

Laki-laki berkaca mata ini,  dilahirkan dalam keluarga yang amat sederhana. Ayahnya hanyalah seorang tukang servis mesin ketik, sementara ibunda tercinta bekerja sebagai tukang jahit. Namun begitu Andi kecil tak kehilangan semangat untuk terus menjalani kehidupannya. ” Saya masih ingat, ketika mau membantu bapak menyervis mesin ketik, dia berkata, jangan kamu sentuh mesin ini. saat itu saya sadar, ternyata bapak tidak mau anaknya menjadi tukang servis mesin ketik,” ujar bungsu dari lima bersaudara ini.

Menjadi wartawan adalah cita-citanya sejak ia masih kecil, tak heran meskipun ia lulusan sekolah teknik, Andi bersikeras untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Publistik (STP), walaupun saat mendaftar ia sempat ditolak masuk lantaran ia lulusan sekolah tehnik, “Waktu itu lulusan sekolah teknik tak bisa masuk ke STP,” ungkap laki-laki kelahiran Surabaya 6 November 1966 ini. Namun untunglah, berkat  perjuangan sang ibu, pihak STP melalui Dirjen Dikti memberinya kesempatan untuk bisa mendulang ilmu di STP.

Saat hijrah ke Jakarta pada tahun 80-an, Andi muda tinggal bersama kakaknya. Di tempat kakaknya ini Andi harus rela membantu sang kakak dalam mengasuh keponakanya, “Setiap pagi sebelum pergi kuliah, kerja saya memandikan keponakan dan mengantarkannya sekolah. Usai mengantar sekolah, saya mencuci piring dan membersihkan rumah. Namanya saja numpang, walaupun tak dipinta saya harus tahu diri. Malu sama kakak ipar. Siangnya saya menjemput keponakan dari sekolah. Setelah itu baru berangkat kuliah,” papar Andi

Diakui Ayah dari tiga orang buah hati ini, Majalah Tempo adalah tonggak sejarah saat ia menjadi seorang jurnalis, padahal saat itu laki-laki penghobi baca ini masih dalam status mahasiswa di STP , namun akhirnya ia memutuskan untuk berhenti kuliah dan berkarir penuh sebagai wartawan. Dua tahun bergabung dengan Tempo, ia sempat diusulkan direkrut penuh majalah pimpinan Gunawan Mohamad itu. Tapi, ia kemudian memilih keluar.

Selama 20 tahun lebih menapaki karir di dunia pers, bagai kutu loncat, Andi sudah berkali-kali pindah ke berbagai media, tak kurang dari lima media yang ia singgahi, diantaranya Majalah Tempo, Majalah Swa sembada, Harian Bisnis Indonesia, Majalah Matra dan Harian Media Indonesia, sebelum akhirnya ia dipercaya menduduki jabatan sebagai pemimpin redaksi di televisi berita Metro TV.

Terlibatnya Andi dengan Metro TV pada 1999 tak lepas dari peran Surya Paloh sang pemilik Media Indonesia, saat itu laki-laki yang sempat tinggal lima tahun di Papua ini, mengaku tergoda dengan maraknya stasiun TV yang banyak bermunculan, iapun mengutarakan maksudanya untuk pindah ke RCTI, namun Paloh menolaknya dan menawarkannya untuk membuat stasiun televisi baru, ” “Kalau mau, kamu magang saja di RCTI, sambil kita pikirkan bikin televisi. Kamu tetap di Media saja,” kata Paloh kepada Andy waktu itu.

Perjuangan laki-laki yang mengaku pembangkang dan keras kepala saat masih kecil itu berujar, bahwa untuk dapat terus eksis di dunia pers tidaklah mudah. Saat menjadi reporter di beberapa media terutama di media harian, ia harus rela bangun pagi dan pulang larut malam hanya untuk mengejar berita, bahkan ia harus berani mengambil resiko saat ingin mengungkap sebuah kasus. Saat masih di majalah Matra, akibat dari liputannya Andi malah pernah diancam dan digugat.

Saat ini Andi memang telah keluar dari manajemen Media Group dan tengah membangun media miliknya sendiri, namun begitu Andi masih di minta oleh Surya Paloh untuk menjadi Dewan Penasehat Redaksi di Media Group. Menurut Andi, ia memang sengaja keluar, selain ingin memiliki media sendiri, Andi juga sempat melontarkan kekhawatirannya jika ia terus bertahan di Metro TV. “Aku takut tak bisa lagi berkembang, semakin lama kita berada di sebuah lingkungan kerja, semakin kecil kemungkinan kita untuk bisa terus berkembang,” papar Andi, mengemukanan alasan mengapa ia sering berpindah-pindah tempat kerja.

Aktifitas Andi di dunia pers memang supersibuk. Ia terkadang baru pulang larut malam, bahkan pagi hari. Kendati demikian, hubungannya dengan keluarga tetap hangat, karena menurut Andi, semua anggota keluarga saling mendukung satu sama lain. Untuk itu Andi selalu menyempatkan waktu luangnya untuk keluarga, “Di hari libur saya sering sekali jalan-jalan bersama anak istri, malam minggu saya gunakan untuk pacaran bersama istri tercinta,” tutur pria yang suka dengan musik jazz itu.

Untuk urusan perempuan, Andi mengaku bukanlah laki-laki yang romantis, tapi justru ia mengaku laki-laki yang genit, lalu seperti apa perempuan cantik di matanya, “Saya tidak suka dengan perempuan yang hanya mengandalkan kecantikan fisiknya semata, tetapi tidak cerdas, selera bisa hilang saat itu juga. Perempuan yang secara fisik kurang menarik tetapi pintar, itu baru menantang,” imbuh laki-laki yang mengaku pemalu ini.

Diminta pendapatnya tentang perekmbangan perempuan saat ini, Andi berucap bahwa, perempuan dijaman sekarang ini memiliki kesempatan yang sangat luas untuk mengembangkan kemampuannya, namun ia juga tak menampik bahwa ada sebagian perempuan yang memiliki kendala-kendala alamiah yang menyebabkan perempuan tak bisa secara leluasa dalam mengembangkan bakat dan kemampuannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>