no image

Fakta dan Mitos LASIK

  • admin
  • June 11, 2012

Fly Free For Health

Lasik memang merupakan salah satu keajaiban dalam dunia teknologi dan  medis modern – kemampuan untuk memperbaiki penglihatan tanpa kaca mata ataupun lensa kontak.

LASIK (kependekan dari Laser-Assisted In Situ Keratomileusis) popular sejak beberapa tahun terakhir, baik untuk estetika atau segi kepraktisan. Sangking populernya, Singapore National Eye Centre (SNEC) melakukan sekitar 5.000 prosedur ini setiap tahunnya

Tetapi pertanyaan dan mitos seputar prosedur ini masih bergulir. Profesor Donald Tan, Direktur Medis dari SNEC, menjawab beberapa kesalahpahaman konsep tentang LASIK.

Mitos: LASIK dilakukan dengan menggunakan program komputer sehingga dapat dilakukan sama baiknya oleh setiap klinik, sehingga yang perlu dipertimbangkan dalam memilih hanyalah harga.

Fakta: Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan selain daripada harga. Termasuk reputasi klinik/pusat mata dan sistem audit, kemampuan untuk melakukan peninjauan sesuai kebutuhan masing-masing pasien oleh ahli bedah serta beragam pilihan perawatan yang ditawarkan. Seperti halnya operasi pada umumnya, keahlian seorang ahli bedah dan juga tingkat perawatan yang ditawarkan oleh klinik/pusat mata merupakan elemen terpenting.

Laser hanya satu-satunya alat yang digunakan ahli bedah untuk melakukan LASIK. Dokter bedah juga harus membuat dan memanipulasi penutup kornea, prosedur pembedahan yang rumit yang tentu membutuhkan pengalaman dan keahlian. Terlepas dari prosedur itu sendiri, keberhasilan LASIK juga tergantung pada perawatan pra dan pasca operasi.

Seorang dokter yang baik akan menilai kesesuaian pasien dan jenis prosedur yang diperlukan. Seperti semua operasi, ada potensi untuk komplikasi dan klinik yang bagus siap untuk menawarkan perawatan lebih lanjut untuk mencegah dan/atau mengobati komplikasi yang mungkin terjadi.

Mitos: LASIK cocok untuk semua orang.

Fakta: Tidak semua orang cocok untuk LASIK. Mereka yang memiliki kornea tipis, secara relative memiliki tingkat pemulihan yang tidak sesuai untuk LASIK. Terdapat beberapa ketentuan khusus di mana LASIK mungkin tidak cocok.

Umumnya, hanya sejumlah kecil orang saja (sekitar 10 persen atau kurang) yang mungkin kurang cocok. Namun, ada banyak pilihan operasi perbaikan yang tersedia dan sebuah klinik/pusat mata yang memiliki reputasi baik akan dapat memberi saran mengenai prosedur lain tersebut.

Dengan demikian menguntungkan untuk mendatangi pusat mata/klinik yang berpengalaman dan memiliki berbagai pilihan operasi perbaikan.

Mitos: LASIK tidak bersifat individual dan dilakukan sesuai kebutuhan.

Fakta: LASIK dapat disesuaikan dengan mata masing-masing individu dan sesuai dengan kebutuhan. Teknologi terbaru menjelaskan bahwa perawatan dapat jauh lebih akurat dengan tingkatan perbaikan yang tinggi pula.

Di masa lalu, semakin tinggi tingkatan perbaikan yang diperlukan, semakin banyak jaringan kornea harus disingkirkan. Dengan teknologi LASIK terbaru, hanya sedikit jaringan yang perlu diambil untuk level perbaikan penglihatan yang tinggi.

Penting untuk memilih klinik/pusat mata dengan berbagai laser femtosecond dan mesin untuk menemukan teknologi yang sesuai untuk kebutuhan setiap individu. Beberapa implan refraktif intraokular juga sekarang tersedia untuk mengobati miopia ekstrim yang tidak dapat disembuhkan oleh LASIK.

Mitos: LASIK menggunakan energi panas dan orang dapat mencium bau kornea yang dibakar.

Fakta: Sinar yang digunakan adalah sinar laser “dingin” dan tidak menggunakan energi panas untuk memperbaiki kornea. Namun, masih ada unsur jaringan yang menguap yang mungkin menimbulkan beberapa bau selama tindakan.

Mitos: LASIK masih merupakan teknologi baru dan belum memiliki studi jangka panjang.

Fakta: LASIK pertama kali dilakukan 20 tahun yang lalu tahun 1989 oleh seorang dokter mata di Yunani dan kemudian diperkenalkan di Amerika tahun 1990.

Sejak itu, publikasi dari tinjauan rekan sejawat telah menunjukkan keamanan yang sangat baik, efektivitas dan stabilitas hasil untuk mata sampai dengan 10 tahun setelah LASIK pertama kali dilakukan, dan jutaan pengobatan LASIK di seluruh dunia telah menunjukkan tidak ada komplikasi jangka panjang yang tidak diinginkan.

Mitos: Tidak mungkin untuk menembakkan laser LASIK secara akurat ketika operasi karena ada kemungkinan bola mata bergerak secara tidak disengaja dan ada risiko kejutan listrik laser ke daerah yang salah pada mata.

Fakta: Kebanyakan tindakan LASIK telah memiliki perangkat pedeteksi gerakan mata yang mutakhir dimana mendetaksi setiap gerakan mata sekecil apapun selama prosedur dilakukan.

Sistem pelacakan aktif ini mengikuti posisi mata pasien dengan kecepatan hingga 4.000 kali per detik yang membantu mengarahkan detak laser dengan tepat.

Mitos: LASIK adalah permanen dan efeknya bertahan selamanya.

Fakta: Ya, hasil LASIK adalah permanen dan sekali mata Anda diobati, penglihatan jarang memburuk kembali. Tetapi mata Anda masih bisa berubah bentuk, terutama pada pasien yang berusia muda yang mana miopia belum sepenuhnya stabil, dan tergantung pada setiap individu, beberapa mungkin perlu “penyesuaian” untuk mengoreksi masalah-masalah di masa depan seperti rabun dekat, rabuh jauh, atau silindris.

Keuntungan utama dari LASIK adalah kemampuan untuk meningkatkan perawatan bertahun-tahun kemudian, jika telah terjadi perubahan refraksi seiring berjalannya waktu.

Selain itu, seiring usia yang bertambah, kebutuhan akan kacamata baca sangatlah wajar dan koreksi perbaikan mata untuk membaca atau presbiopi (mata rusak karena faktor usia) mungkin masih diperlukan setelah usia 40 tahun. ©FlyFreeForHealth2012

 

Oleh:
Prof Donald Tan
Direktur Medis
Kepala dan Senior Konsultan Pelayanan Kornea Mata SNEC
Direktur Singapore Eye Research Institute
Direktur Medis Singapore Eye Bank
Kepala Departemen Opthalmology National University of Singapore

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>