no image

Jalur Mudik Kelok Sembilan Perlu Pertimbangan

  • admin
  • August 16, 2012

Kamis. Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar),  Yul Teknil, menyatakan bahwa perlu peninjauan lebih lanjut untuk penggunaan jalan layang (fly over) tahap I Kelok Sembilan untuk arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1433 Hijriah.

Dari kajian Komisi III DPRD Sumbar, ia mengemukakan di Padang, Rabu, bahwa sebenarnya jalur tersebut belum boleh dimanfaatkan karena belum ada penyerahan dari pihak kontraktor pemegang proyek kepada pemerintah.

“Jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan saat masyarakat menggunakan jalur tersebut, maka siapa yang akan bertanggung jawab?,” ujarnya.

Dia mengemukakan, selain belum adanya penyerahan secara resmi, proyek itu juga patut dipertanyakan kualitas pengerjaannya agar jangan sampai malah ada masalah dikemudian harinya.

Jika terjadi penurunan kualitas pembangunannya, menurut dia, maka nanti bisa saja kontraktor beralasan karena difungsikan waktu arus mudik.

Bahkan, ia menlai, kalau menteri telah beri izin pemanfaatan, maka apa pun risiko dari penggunaan proyek saat Lebaran ini tentu nanti menjadi tanggungjawab dinas terkait.

Jalan layang Kelok Sembilan dalam rencananya akan di buka mulai hari ini (Rabu, 15/8) oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, dan akan dimanfaatkan sebagai jalur alternatif pemecah kemacetan saat arus balik dan arus mudik Idul Fitri 1433 Hijriah, mulai empat hari jelang (H-4) hingga dua hari setelah (H+2) Lebaran.

Jalan layang penghubung Provinsi Riau dan Sumbar tersebut, menurut dia, mestinya dimanfaatkan setelah adanya penyerahan langsung dari pemegang proyek kepada pihak pemerintah, sehingga jelas tentang kelayakan penggunaannya.

“Jika nanti ada kecelakaan atau musibah lainnya yang terjadi di jalur tersebut, maka yang akan dirugikan tentu juga masyarakat, dan hal ini akan menjadi salah satu perhatian khusus oleh DPRD, di mana hari ini akan kita bicarakan dengan komisi terkait,” ujarnya.

Jalan layang Kelok Sembilan mulai dibangun 2003 dengan alokasi dana mega proyek murni dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Pelaksanaan proyek itu dilakukan dalam dua tahap pengerjaan, yakni tahap I menelan dana Rp350 miliar untuk pengerjaan empat unit jembatan sepanjang 720 meter dan jalan 2.000 meter.

Sementara itu, pada tahap II senilai Rp180 miliar untuk pembangunan jembatan layang sepanjang 250 meter dan ruas jalan sepanjang 1.000 meter, di mana jalan tersebut nantinya direncanakan dibuat dua arah.

Sehubungan dengan hal itu, maka jalur jembatan layang diwacanakan hanya untuk satu jalur (satu arah) sebagai sarana arus mudik maupun arus balik Lebaran tahun ini, di mana kendaraan yang dibolehkan melewati hanya dari Riau menuju Sumbar, sedang sebaliknya tidak diperbolehkan, atau tetap melalui jalan lama yang berada di bawah jembatan layang.

Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Permukiman dan Perumahan (Tarkim) Provinsi Sumatera Barat, Suprato, ketika melakukan peninjauan kondisi Jalan Kelok Sembilan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Selasa (14/8), mengatakan bahwa sejumlah rambu-rambu lalu lintas untuk keselamatan pengendara telah dipasang di sepanjang Jalan Kelok Sembilan.

“Rambu-rambu yang telah dipasang, yakni larangan berhenti bagi pengguna jalan, hal ini dikhawatirkan masyarakat akan menjadikan lokasi ini sebagai tempat wisata nantinya dengan berhenti sejenak pada sejumlah titik jalan itu,” kata Suprato. (Ant)

Don't be shellfish...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>