Hanamasa Resto

Menghadapi Sifat Anak

17 September 2012

Orangtua pasti membela anak, betapapun nakalnya. Mulai dari berkelahi, hingga menjahili teman disekolah. Nakal mungkin didorong pengaruh teman-temannya atau memang dia tergolong anak hiperaktif.

Betapapun marah dan sebalnya anda terhadap anak, tetaplah tenang dan jangan marah-marah atau memukul anak. Berilah pengarahan serta penjelasan, bahwa apa yang dia lakukan itu tidak boleh dilakukan.

Meskipun anak anda sendiri, sebaiknya jangan terlalu melindungi. Tetaplah obyektif. Karena pembelaan akan memberikan anak pembenaran atas tindakan yang ia lakukan. Jadi anak akan menerima pesan bahwa tindakannya benar, terbukti dengan pembelaan yang anda lakukan.

Jika memang anak berbuat salah, jangan ragu untuk menyuruhnya meminta maaf kepada temannya dan jangan pula ragu untuk memberikan hukuman padanya.

Komunikasikan dengan penuh kasih sayang. Beri waktu untuk berjalan berdua, ajak atau pancing mereka untuk membuka diri dan mengutarakan apa masalah dan keinginannya.

Meskipun demikian, lingkungan merupakan faktor dominan perubahan sikap dan perilaku anak, karenanya anda juga harus memperhatikan anak anda. Jangan biarkan anak lain mengganggu anak anda.

Jangan ragu untuk bekerjasama dengan pihak sekolah, rajinlah meminta laporan perkembangan perilaku, sikap, teman-temannya bergaul, bahkan gaya bicara anak kepada pihak sekolah, sehingga anda dapat memantau setiap tindakan anak tanpa perlu mengawasinya terus-menerus.

Perkenalkan ia kepada sebuah hobi, rangsang anak untuk terus melakukan kegiatan positif yang paling disukainya. Meskipun hal tersebut merupakan hal yang paling tidak disukai anda, selama tidak merugikan dirinya sebagai pribadi jangan anda halangi.

Hobi akan menghindarkan anak kepada perilaku membuang waktu, dan senantiasa mengisi hari-harinya dengan aktifitas. Hal ini sekaligus menghindari anak untuk bermalas-malasan di rumah, karena itu, institusikan hobinya.

Carikan lembaga yang memajukan hobi anak anda, misalnya masukan ke sekolah sepakbola, kelompok baca, atau ikutkan anak kepada salah satu ekstrakulikuler di sekolahan.

Karena sebagai lembaga, mereka akan dapat memantau perkembangan anak tanpa disadari anak anda, jadi anda tak perlu melakukan wawancara intensif kepada anak anda, sebuah tindakan yang sangat dibenci umumnya anak, terutama mereka yang memasuki fase remaja.

Jika memang anak tetap nakal dan dilakukan secara berulang-ulang, janganlah ragu untuk meminta nasihat orang lain, psikolog atau mencari sumber lain seperti situs internet.


blog comments powered by Disqus

Parenting Index