Penyakit Usus buntu atau bisa disebut appendicitis adalah sakit peradangan pada usus buntu. Usus buntu adalah sebuah usus kecil menempel pada usus besar di sebelah kanan bawah rongga perut. Usus buntu bisa dialami oleh setiap orang dengan tidak mengenal usia.
Penyebab
Banyak mitos beredar tentang penyebab terjadinya usus buntu dimana orang percaya bahwa usus buntu disebabkan oleh biji cabai dan biji jambu yang tersangkut di dalam usus buntu dan menjadikannya infeksi pada usus buntu.
Namun para ahli kedokteran mengatakan bahwa tak ada hubungan antara biji cabai ataupun biji jambu dengan peradangan usus buntu.
Penyebab utama penyakit usus buntu adalah Infeksi bakteri. Bakteri bisa menginfeksi usus buntu / appendiks yang menngakibatkan peradangan pada usus buntu.

Penyebab usus buntu yang lain adalah penyumbatan pada usus Buntu / appendiks. munculnya jaringan limfe, tinja, dan tumor appendiks serta cacing askaris bisa mengakibatkan penyumbatan pada usus Buntu / appendiks.
Ruang dalam usus buntu / appendiks begitu sempit, sehingga benda-benda asing yang tersangkut di dalamnya menyebabkan penyumbatan dan mengakibatkan peradangan yang serius dan menyebabkan infeksi.
Masuknya bakteri Escherichia coli ke dalam usus buntu
Penyebab umum penyakit usus buntu adalah terdapatnya benda kecil dan keras berada di dalam usus buntu dan tidak bisa keluar lagi.
Pada beberapa kasus, peradangan dan infeksi diawali oleh adanya penyumbatan di dalam usus buntu. Bila peradangan tersebut dibiarkan tanpa pengobatan maka bisa mengakibatkan usus buntu pecah.
Apabila Usus buntu pecah maka akan terjadi kuman usus masuk ke dalam perut sehingga menyebabkan peritonitis, dan dapat berakibat fatal.
Terbentuknya abses, bila terjadi pada wanita, maka indung telur dan salurannya dapat terinfeksi sehingga menyebabkan penyumbatan pada saluran dan mengakibatkan kemandulan kuman masuk ke dalam pembuluh darah / septikemia, dan dapat berakibat fatal.
Gejala
Gejala usus buntu ditandai dengan :
1. Mual dan muntah
2. Nyeri pada perut bagian kanan bawah dan nyeri semakin lama semakin bertambah. apalagi ketika batuk, bersin, bergerak atau ketika menarik nafas dalam.
3. Rasa nyeri tersebut menyebar ke sekitar pusar.
4. Kehilangan nafsu makan.
5. Susah buang air besar dan susah buang angin, diare, sakit perut.
6. Perut membengkak.
Pengobatan
Pengobatan satu-satunya yang dilakukan untuk mengobati usus buntu ialah dengan membuang usus buntu yang meradang dan terinfeksi melalui operasi.
Setelah melakukan observasi kondisi penderita selama delapan sampai sepuluh jam. Penderita pun disarankan untuk berpuasa selama enam sampai delapan jam agar tidak mengalami muntah ketika dibius, agar diagnosa tepat dan akurat dilakukan juga rontgen dan pemeriksaan laboratorium kepada penderita.
Selain pengobatan secara medis diatas, ada pula pengobatan usus buntu secara alami yaitu dengan merebus enam puluh gram krokot, enam puluh gram daun jombang, dan tiga gelas air, kemudian setelah direbus maka air hasil rebusan tersebut diminum sehari tiga kali, dengan takaran masing-masing satu gelas.


































