Thursday, Jul 27, 2017
HomeSexApa yang Perlu Dilakukan Jika Pasangan Loyo di Atas Ranjang?

Apa yang Perlu Dilakukan Jika Pasangan Loyo di Atas Ranjang?

Bertambahnya usia kadang akan membuat performa di atas ranjang semakin berkurang. Terutama sekali adalah terjadinya impotensi pada laki-laki, yaitu suatu keadaan di mana seseorang tidak mampu mencapai ereksi. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menghadapi pasangan yang loyo di atas ranjang.

Pertama adalah dengan menggunakan viagra atau sildenafil sitrat. Konsumsi viagra termasuk pertolongan pertama yang umum diberikan pada penderita disfungsi ereksi. Dokter biasanya akan memberi resep dalam mengonsumsi viagra, levitra atau cialis. Tablet ini akan membutuhkan waktu antara tiga puluh hingga enam puluh menit agar dapat bekerja secara maksimal. Viagra juga bisa merelaksasi pembuluh darah yang ada pada alat vital agar sirkulasi darah semakin lancar.

Selain dengan viagra, penderita disfungsi ereksi juga bisa menggunakan suntikan. Ini karena bisa jadi disfungsi ereksi terjadi akibat diabetes ataupun penuaan sehingga tidak bisa lagi dibantu dengan obat. Suntikan yang digunakan di antaranya adalah Alprostadil secara langsung pada alat vital. Efeknya sama saja seperti viagra. Ereksi biasanya akan dimulai kira-kira lima belas menit setelah diberikan suntikan dan juga bisa berlangsung selama satu jam. Alprostadil terdapat pula dalam bentuk pelet dan dimasukkan melalui lubang yang ada pada penis sehingga bisa diserap dalam pembuluh darah. Namun cara ini tidak sama efektifnya seperti suntikan dan sepuluh persen pengguna mengeluhkan adanya rasa sakit.

Penanganan untuk disfungsi ereksi berikutnya ialah dengan menggunakan hormon. Konsumsi hormon merupakan solusi untuk mereka yang sudah tidak mempan dengan obat serta mudah merasa kelelahan. Tingkat hormon sendiri akan dapat menurun sejalan dengan bertambahnya usia. Hormon juga dapat berkurang karena penyakit seperti diabetes, obesitas, jantung hingga stress. Hormon bisa dikonsumsi dalam berbagai bentuk, di antaranya adalah suntikan, tablet atau gel. Tablet biasanya akan ditempelkan di gusi dan meleleh bertahap sampai dengan dua belas jam. Suntikan hormon akan bertahan hingga tida bulan, sementara gel harus dioleskan di dada ataupun lengan. Cara ini diklaim efektif walau masih terbilang kontroversial karena dikaitkan dengan penyakit jantung serta kanker.

Jika Pacar Tak Kunju
Padu Padan Kemeja Pu

emma@perempuan.com

Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT

})(jQuery)