Saturday, Aug 19, 2017
HomeStoryCEMBURU

CEMBURU

Sesak rasanya dadaku ketika aku melihatnya bercanda mesra dengan gadis itu. Dia memang telah mengenal gadis itu jauh sebelum berkenalan denganku. Kupalingkan wajah saat pandangan matanya tanpa sengaja bertabrakan dengan pandangan mataku. Aku pura-pura tak melihat apa yang baru saja terjadi dan aku tak mau dia mengetahui kegalauan di dadaku. Tetapi, sepertinya dia mengerti dengan apa yang kurasakan. Ia lalu menjauhi gadis itu.

Dia cantik, ya?” kataku pelan. “Kenapa kau tak menjadi kekasihnya?” tanyaku padanya.

”Aku tak mungkin menjadi kekasihnya,” jawabnya datar.

“Kenapa tak mungkin? Kalian terlihat sangat cocok.”

“Ada tiga nama wanita yang bersemayam di dalam hatiku.”

“Tiga?” tanyaku penasaran.

“Yup! Tiga!” jawabnya mantap.

“Boleh aku tahu siapa saja mereka?” tanyaku lagi.

“Ibuku, kakakku, dan kamu!”

Kata-katanya membuatku terperangah.

“Maukah kau mengisi hari-hariku? Menjadi ibu dari anak-anak kita?”

Dia menatapku penuh makna. Lidahku kelu. Air mataku pun jatuh.

Sebulan setelah kejadian itu, air mataku kembali membasahi pipiku. Saat itu, ijab kabul baru saja terucap.

Kucium punggung tangan kanannya dan dia pun mengecup keningku penuh kehangatan.

 

Dikutip Oleh Linda Astuti

Duh! 5 Tanda ini Cir
Siapa Bilang Perempu

emma@perempuan.com

Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT

})(jQuery)